Parma yang Menjelang Karam Seperti Titanic

Berita Bola DuniaBerita bola terkini Parma yang Menjelang Karam Seperti Titanic, bola dunia adalah sajian kusus mengulas tentang semua hal seputar sepak bola. di bola dunia bisa di peroleh informasi prediksi Hari Ini, Jadwal terkini sepak bola, jadwal siaran langsung, dan yang lainnya seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Champions, Liga Eroupa dan tak ketinggalan Liga ISL. Terimakasih telah bergabung dengan boladunia.org, dan simak update terbaru hari ini.

Parma – Parma disebut sedang berada di ambang kebangkrutan. Mereka pun diibaratkan seperti kapal Titanic yang hendak karam.

Jika Titanic tenggelam lantaran menabrak gunung es, Parma berada di ambang karam setelah dihantam krisis keuangan. Krisis tersebut bahkan membuat seluruh pemain dan staf di dalam klub tidak menerima gaji sejak Juli 2014.

Parma disebut hanya tinggal punya puluhan ribu euro di dalam rekening bank mereka. Sementara, utang mereka menggunung sampai ratusan juta euro.

Krisis ini juga ditandai dengan bergantinya presiden dan pemilik hanya dalam tempo bulanan saja. Dari Tommaso Ghirardi, lalu kemudian berpindah ke Emir Kodra, dan kini Giampietro Manenti. Kodra bahkan membeli Parma dengan harga 1 euro saja, namun dengan tumpukan utang yang menggunung di dalamnya.

“Saya baru sadar bahwa kami berada di dalam Titanic,” ujar manajer Parma, Sandro Melli, kepada Corriere dello Sport.

“Di dek paling atas adalah kelas satu, di mana segalanya tampak indah dengan banyak orang-orang berdansa, seperti Ghirardi dan (CEO Pietro) Leonardi.”

“Tapi, di bawahnya ada kelas dua dan kelas tiga.”

Melli kemudian menggunakan analogi Titanic untuk menggambarkan bahwa para petinggi, selaku penumpang kelas satu, bisa dengan enak-enaknya selamat. Sementara, para staf dan pemain yang ada di bawah harus menderita.

“Mereka yang ada di kelas satu diselamatkan, sementara yang ada di bawah dibiarkan mati.”

“Tentu saja, kapten kapalnya juga ikut tenggelam bersama kapal. Siapa kapten kapalnya? Siapa lagi kalau bukan (Pelatih Parma, Roberto) Donadoni,” kata Melli.

Ini bukan pertama kalinya Parma mengalami krisis keuangan. Pada era 90-an dan menjelang awal 2000-an, Parma adalah klub yang cukup disegani di Italia (dan juga Eropa). Namun, kasus penipuan yang melibatkan sang bos, Calisto Tanzi, perlahan-lahan menganhcurkan mereka.

[Baca juga: Mengenang Parma(lat), Mengingat Tanzi]

Krisis di tubuh Parma ini membuat mereka tidak bisa menjamu Udinese pada akhir pekan lalu. Mereka tidak mampu membayar petugas keamanan untuk laga tersebut dan cuma bisa membayar listrik sekadarnya saja. Tanpa petugas keamanan, satu-satunya cara untuk menggelar laga tersebut adalah tanpa penonton. Alhasil, laga tersebut pun ditunda.

Kepiluan tersebut juga menjalar sampai tim junior Parma. Hernan Crespo, legenda hidup Parma yang kini menjadi pelatih tim junior, menceritakan bagaimana para pemain junior kini terpaksa mandi dengan air dingin karena Parma tidak sanggup membayar listrik dan oleh karenanya tidak ada penghangat.

Crespo juga menceritakan bagaimana tim junior Parma kelimpungan mencari cara untuk bermain tandang ke Genoa untuk menghadapi Sampdoria. Hanya karena kebaikan hati Presiden Samdpdoria, Massimo Ferrero, Parma bisa bertandang ke Genoa. Ferrero dengan murah hati memutuskan untuk membiayai segala akomodasi tim junior Parma selama di Genoa.

Parma kini terbenam di dasar klasemen Serie A. Mereka cuma mengoleksi sepuluh poin dari 23 pertandingan musim ini. Kalau mereka dinyatakan bangkrut, seluruh laga tersisa mereka musim ini diputuskan dimenangi oleh lawan-lawan mereka dengan skor 3-0.

(dtc/roz) Sumber: detiksport

Simak ” Prediksi Hari Ini” :

  1. Prediksi Skor Fiorentina Vs Tottenham Hotspur 27 Februari 2015
  2. Prediksi Skor Athletic Bilbao Vs Torino 27 Februari 2015
  3. Prediksi Skor Besiktas Vs Liverpool 27 Februari 2015
  4.  Prediksi Skor Salzburg Vs Villarreal 27 Februari 2015
  5. Prediksi Skor Feyenoord Vs AS Roma 27 Februari 2015

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *