Kisah Sedih dari Ennio Tardini

Berita Bola DuniaBerita bola Paling jos baca berita boladunia.org ini Kisah Sedih dari Ennio Tardini.  bola dunia adalah Berita terkini seputar sepak bola,  kusus mengulas tentang semua hal seputar sepak bola. prediksi paling jos, paling jitu Jadwal Prediksi hari ini, di bola dunia bisa di peroleh informasi prediksi Hari Ini, Jadwal terkini sepak bola, jadwal siaran langsung, dan yang lainnya seputar Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Liga Champions, Liga Eroupa dan tak ketinggalan Liga ISL. Terimakasih telah bergabung dengan boladunia.org, dan simak update terbaru hari ini.

Jakarta – Kemuraman di internal klub Parma memasuki babak baru. Gialloblu dinyatakan bangkrut setelah melewati serangkaian drama menyedihkan bak opera sabun.

“Kami seperti zombi (mayat hidup), bekerja tanpa tahu tujuan.” Kalimat itu diungkapkan manajer Parma, Alessandro Melli, seperti dikutip CNN.

Berselang satu hari, nasib mereka terjawab. Parma dinyatakan bangkrut lewat sidang yang kabarnya berlangsung hanya sepuluh menit.

Pengadilan memang tak butuh penjelasan panjang lebar. Mereka sudah mengantongi data lebih aktual. Parma tak bisa melunasi utang mencapai 280 juta euro atau setara dengan Rp 3,9 triliun.

Situasi itu menjadi puncak lanjutan dari drama klub yang bermarkas di Ennio Tardini tersebut. Gejala pertama yang paling mencolok adalah ketika lisensi Parma untuk tampil di Liga Europa dicabut.

Kemudian berlanjut dengan pergantian pemilik sampai dua kali. Di tangan pemilik baru, Giampiero Manenti, Parma bukannya makin sehat. Mereka bahkan sampai tak mampu lagi membayar laundry sehingga para pemain harus mencuci baju sendiri. Para pemain juga harus mandi dengan air dingin usai latihan karena air panas sudah tak tersedia lagi. Kemudian berlanjut disitanya komputer sehingga pekerjaan administrasi tak bisa lagi dilakukan.

“Kami tak bisa buka email. Kemudian berlanjut ke penyitaan alat-alat olahraga, seperti bangku cadangan, bus tim, dan apa saja. Kami seperti dirampok setiap hari,” jelas Melli.

Menjelang laga away para pemain dan barisan pelatih dihantui pertanyaan ‘berangkat atau tidak’. Hingga akhirnya Parma benar-benar tak bisa membayar biaya tandang ke klub-klub lawan. Sampai, sampai tim tuan rumah menawarkan bantuan transportasi.

“Setiap hari mereka menyita pekerjaan kami dan apa yang sudah jadi belahan hati. Kami tetap datang kemari setiap hari untuk melaksanakan tugas seperti biasanya karena kami mencintai pekerjaan dan tim ini. Tapi, kami tak bisa melakukannya lagi,” Kata Melli.

“Kami hidup dalam sebuah mimpi buruk, seperti yang Anda saksikan. Ini bukan cuma soal uang. Ini cobaan yang berat dan kami tak bisa mengabaikannya. Banyak sekali yang mereka ambil dari kami. Martabat, senyum, mereka tak respek lagi dan itu menyakitkan,” tutur pria 45 tahun itu.

Drama belum usai. Manenti kemudian dipolisikan karena diduga terlibat pencucian uang. Dan pengadilan memutuskan Parma bangkrut!

Kisah klub yang melahirkan pemain-pemain legendaris itu dipaksa memasuki episode baru. Ada dua opsi yang dimiliki Parma. Pertama, mencari pemilik baru yang sanggup melunasi utang mereka. Kedua, memulai dari nol lagi sebagai klub baru. Artinya, mereka harus memulai langkah dari divisi empat. Jalan mana yang akan ditempuh Parma?

(dtc/fem) Sumber: detiksport

Demikian berita terkini dari bola dunia simak selengkapnya dan ikuti berita selanjutnya, semoga anda mendapat manfaat dan keuntungan dari berita di atas terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *