Aquilani: ‘Pangeran Kecil’ yang Kini Tanpa Klub

Aquilani: ‘Pangeran Kecil’ yang Kini Tanpa Klub

boladunia.org  Firenze – Ada suatu masa di mana Alberto Aquilani dielu-elukan sebagai salah satu pemain berbakat dari Italia. Para pendukung Liverpool bahkan pernah menjulukinya ‘Il Principino’ alias ‘Pangeran Kecil’.

Kini, si ‘Pangeran Kecil’ itu sedang tanpa klub. Semenjak pergi meninggalkan Liverpool, karier Aquilani mengalami pasang-surut. Kendati di klub terakhirnya, Fiorentina, ia tidak tampil buruk-buruk amat, Aquilani tetap dilepas.

Aquilani datang ke Anfield dengan segudang pujian. Eks bek Liverpool, John Arne Riise, menyebutnya mirip Xabi Alonso. Bedanya, kata Riise lagi, Aquilani lebih gesit dan lebih lincah. Itu membuatnya bisa lebih cepat tiba di kotak penalti lawan untuk melepaskan tembakan.

Tidak hanya Riise yang memujinya, kapten Roma, Francesco Totti, juga. Totti bahkan menyebutnya berpotensi menjadi salah satu pemain terbaik di dunia. Hanya saja, Totti tahu bahwa Aquilani punya sejarah jelek dengan cedera.

Cedera jugalah yang membuat Aquilani menanti lama untuk bisa menjalani debut di Liverpool. Baru pada bulan Desember dia melakoni debut penuhnya. Aquilani sempat menjanjikan dengan membuat enam assist dalam 26 pertandingan di musim pertamanya. Namun, di musim keduanya, dia menghilang karena cedera.

Aquilani pun dipinjamkan ke Juventus dan AC Milan, sebelum akhirnya dilego ke Fiorentina. Bersama La Viola-lah dia menemukan permainan terbaiknya lagi. Dalam tiga musim, Aquilani tampil 81 kali di Serie A dengan kostum ungu Fiorentina.

Namun, Fiorentina kini melepasnya. Dengan usia yang sudah menginjak angka 31, Aquilani mencari klub yang bisa memberikannya tantangan. Di luar itu, dia juga berharap bisa masuk skuat tim nasional Italia untuk Euro 2016.

“Saya membutuhkan klub yang percaya kepada saya, yang membuat saya terlibat, dan memberikan saya kepuasan,” ujarnya kepada La Gazzetta dello Sport.

“Saya yakin, jika saya menemukan situasi yang tepat, saya bisa masuk tim bayangan untuk Euro 2016. (Pelatih Italia, Antonio) Conte dan saya sama-sama menaruh rasa hormat. Jadi, mengapa tidak mungkin?”

(dtc/roz) Sumber: detiksport

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *