9 Pemain yang Terbukti Mampu Beradaptasi dengan Permainan Fisik Premier League

9 Pemain yang Terbukti Mampu Beradaptasi dengan Permainan Fisik Premier League, Salah satu tantangan terberat yang harus dihadapai pemain sepakbola saat kepindahannya tak hanya sekedar melintas ke klub lain di satu negara. Pindah ke klub lain di negara yang berbeda kerap menimbulkan masalah.
Sebut saja kendala bahasa dan budaya masyarakat yang jelas berbeda. Masalah ini akan semakin berat jika sang pemain pindah ke sebuah liga yang karakternya sama sekali berbeda dengan tempat ia berkarir sebelumnya.

9 Mampu Beradaptasi dengan Permainan Fisik Premier League

Liga-liga di Eropa sendiri saat ini berkiblat pada tiga hal. Permainan taktis yang cenderung lambat adalah ciri khas Italia, sementara jika ingin menyaksikan sepakbola yang jauh lebih menghibur di mana ada banyak pemain dengan teknik mumpuni bernaung, anda bisa memilih La Liga.

Sementara itu ada juga Premier League yang terkenal dengan sepakbola super cepat dan sangat mengandalkan kekuatan fisik.
Dengan masing-masing karakter tersebut, perpindahan pemain di antara ketiga liga tersebut kerap menghasilkan sebuah transfer gagal, sang pemain baru kesulitan beradaptasi di lingkungan yang baru.
Tapi tidak setiap pemain akan seperti itu. Kali ini kami akan menghadirkan beberapa pesepakbola yang lulus dari tantangan ini saat memilih berkiprah di Premier League, membuktikan bahwa adaptasi tak selalu bisa dijadikan alasan.

9. Nemanja Vidic

Southampton v Manchester United - Premier League

Mantan kapten Manchester United datang dari Spartak Moscow pada 2005. Perawakan tinggi besar memang sangat membantunya beradaptasi dengan atmosfer keras Premier League dan posisinya sebagai bek pun mau tak mau menghadapi resiko tersebut lebih besar dari pemain di posisi manapun. Tapi tak ada masalah dengan Vidic, bahkan ia bisa disebut sebagai salah satu bek terbaik yang pernah bermain di era Premier League.

8. Thierry Henry

Sunderland v Arsenal - Premier League

Jika ada satu sosok pesepakbola asing yang sempat singgah di Premier League yang sama sekali tidak terusik dengan permainan fisik dan cepat, tapi malah membawa permainan teknik ke atas lapangan tanpa sedikitpun rintangan, Thierry Henry adalah jawabannya.
Setelah melempem di Italia bersama Juventus, ia hijrah ke Arsenal pada 1999. Ia tak hanya semakin mengubah Arsenal yang di era George Graham sejatinya juga doyan bertahan dan main keras, tapi dampak Henry untuk sepak bola Inggris adalah hilangnya keraguan bahwa Premier League tidak akan menyediakan tempat untuk pemain seperti dirinya unjuk gigi dengan segala kebebasan yang bisa dimiliknya.

7. Gianfranco Zola

Gianfranco Zola of Chelsea celebrates scoring the second goal with team-mate Mario Stanic

Satu lagi seniman lapangan hijau yang mendobrak kultur kick and rush sepakbola Inggris. Gianfranco Zola merupakan salah satu pemain yang bisa meluncur indah di antara bek-bek lawan, pemikir dan permainan fisik Premier League sama sekali tak mengganggunya meski ia hanya bertinggi 1,68 meter. Menjadi sosok penting di balik dua trofi FA Cup dan dua trofi Eropa (Winners Cup dan Super Cup) yang diraih Chelsea di akhir 90an hingga awal 2000an.

6. Dennis Bergkamp

SC Excelsior Rotterdam v Ajax Amsterdam - Eredivisie

Saat datang ke Highbury pada tahun 1995 dari internazionale, Bergkamp mempertaruhkan karianya sendiri. Ia adalah salah satu pemain terbaik dunia saat itu yang sukses bersama Ajax dan Inter. Namun, Bergkamp tak sedikitpun kehilangan kecermalangannya. Bersama Henry, Bergkamp bisa disebut sebagai sosok yang mengubah wajah Premier League menjadi sebuah kompetisi yang tidak terasingkan dari sepak bola indah.

5. Sergio Aguero

Manchester City v Southampton - Premier League

Didatangkan dari Atletico Madrid setelah ia mencetak 27 gol bersama klub Spanyol tersebut, striker lincah Argentina ini bahkan mengungguli rekor tersebut dengan mencetak 30 gol di seluruh kompetisi untuk Manchester City di musim perdananya.

Fisiknya yang secara relatif kecil ini tidak menjadi halangan untuk pemain berusia 27 tahun ini untuk menjadi salah satu striker yang paling ditakuti di Premier League saat ini. Aguero juga merupakan top skor terakhir di Premier League musim 2014/15, mencetak 26 gol.

4. Ruud van Nistelrooy

Netherlands v Mexico - International Friendly

Untuk mengukur masalah adaptasi yang dialaminya di Manchester United saat datang dari PSV pada 2001 adalah dengan melihat jumlah torehan gol di musim debutnya di Premier League, 23 gol. Artinya nihil masalah.

Nistelrooy tak hanya memiliki status membanggakan sebagai salah satu striker paling menakutkan di Premier League dan dunia, ia juga mempersembahkan gelar liga dan piala domestik untuk Setan Merah. Bahkan di akhir musimnya bersama United pada 2005-06, ia masih mencetak 21 gol.

Prediksi Skor Jawara Hari Ini

3. Luis Suarez

Luis Suarez New Ambassador for 888poker Press Conference

Luis Suarez mungkin butuh sedikit lebih banyak waktu untuk beradaptasi. Datang dari Ajax pada 2011, Luis Suarez menata sebuah kisah yang luar biasa di Anfield. Meminta nomor punggung keramat, tujuh, hingga kemudian mengakhiri perjalanannya sebagai pemain Liverpool sebagai pemain terbaik Premier League 2013/14.
Bintang Uruguay ini mewarnai liga dengan sejumlah kontrovesinya, dari tudingan rasis hingga menggigit bahu lawan, tapi tak satu pun yang akan mampu mengingkari bakatnya. Faktanya, lepas dari Anfield menuju tempat yang jauh lebih baik seperti Barcelona, Suarez tertawa paling akhir dengan tiga gelarnya di akhir 2014/15.

2. Eden Hazard

Belgium v Wales - EURO 2016 Qualifier

Didatangkan dari Lille pada musim panas 2012, bakat Eden Hazard sudah sebetulnya sudah menjadi rebutan klub-klub besar Eropa sebelumnya. Di musim debutnya, ia langsung menunjukkan kehandalannya membuat pertahanan lawan kocar-kacir dan meraih penghargaan man of the match di empat laga pertamanya.

Ini pencapaian yang belum pernah dicapai pemain manapun di Premier League. Meski harus menunggu hingga tiga tahun untuk bisa mempersembahkan trofi liga, Hazard membayar lunas penantiannya dengan empat penghargaan individu pemain terbaik di Inggris. Tak tertandingi.

1. Cristiano Ronaldo

UEFA Champions League Final - Manchester United Training

Saat didatangkan dari Sporting Lisbon pada 2003, Ronaldo sama sekali tak memiliki penampilan luar yang meyakinkan. Ia terlalu kurus untuk bisa mengalahkan bek-bek Premier League yang umumnya tinggi besar. Tapi, pemuda Portugal ini menyimpan ambisi besar dalam hatinya.

Ia terus mengolah fisik dan tak pernah mudah untuk berhadapan langsung dengannya. Ketika Ronaldo mendapatkan hasil seluruh kerja kerasnya di gym, United yang sudah tersingkir dari tangga juara selama tiga musim, kembali berkibar.
Ia tak hanya menjadi semakin kuat secara fisik, tapi tekniknya pun kian mumpuni. Gelar pemain terbaik dunia pun menghampirinya untuk pertama kali di tahun 2008 setelah ia sukses membawa United meraih double winner di musim 2007/08.

Incoming search terms:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *